-
Memberikan insight bahwa advokasi pada dasarnya adalah mendorong suatu
perubahan.
-
Membuat pemahaman bahwa prinsip mengubah haruslah “I go first” , diri
kita sendiri yang harus berubah.
-
Mendorong perubahan sikap diri dalam hal:
o Meyakini “mungkin tidaknya” untuk melakukan sesuatu hal, lebih bersumber pada keyakinan subyektif dan bukan pada fakta obyektif.
o Menginternalisasi moto “Biar sulit tapi bisa!”.
o Jangan lihat kondisi (yang membatasi), selalu carilah peluangnya.
• Kesediaan membuka diri terhadap hal baru seperti anak-anak.
Penyebab kenapa orang sulit berubah :
1. Mekanisme Pertahanan Diri
Pertama sekali, perubahan harus terjadi di pikiran sadar. Berubah dari tidak tahu menjadi tahu. Dari tidak mau menjadi mau. Ini perubahan yang relatif mudah. Berikutnya, perubahan harus terjadi di pikiran bawah sadar. Nah, di sini masalah terjadi. Pikiran bawah sadar manusia dewasa telah terbentuk. Karenanya, pikiran ini membuat mekanisme pertahanan dirinya agar tak terganggu. Maka setiap ide perubahan akan dilawan. Setiap orang tahu bahwa merokok itu buruk. Banyak yang juga ingin berhenti. Kenapa tak bisa? Karena pikiran bawah sadar menolak penghentian ini dengan berbagai alasan. Maka bila energi perubahannya tak cukup besar, perubahan pun tak terjadi. Bila pun terjadi, hanya sebentar saja.
2. Kenikmatan Sekunder.
Seluruh kebiasaan buruk sebenarnya menimbulkan penderitaan. Tapi, ia juga mendatangkan kenikmatan. Namanya kenikmatan sekunder. Orang ditato itu sakit. Kenapa dilakukan? Karena tato memberikan kenikmatan. Merasa jadi terlihat keren, biar disebut ikut mode, dan sebagainya. Marah-marah itu sakit dan tidak menyenangkan. Kenapa orang melakukannya? Karena ada kenikmatan sekunder. Puas bisa membalas. Merasa berkuasa. Bisa mengendalikan, dan sebagainya.
3. Tak Punya Alasan Kuat.
Berubah bermodal keinginan saja tak akan efektif. Kita harus bisa memutuskan dengan tegas. Nah, agar bisa memutuskan dengan tegas, kita butuh alasan yang sangat kuat. Ada dua alasan. Satu, untuk mendapat kesenangan. Dua, untuk menghindari penderitaan. Kenapa orang bisa disiplin bekerja? Pertama, karena disiplin adalah dasar bagi peningkatan karier. Kedua, karena bila tak disiplin bisa di-PHK. Ingin karier kita meningkat dan takut kena PHK menjadi alasan kuat dibalik disiplin banyak karyawan.
4. Godaan Terlalu Kuat
Godaan adalah penghambat yang terasa enak. Karena enaknya ini, maka godaan jadi sangat sulit untuk dilawan. Seorang yang ingin lepas dari kecanduan narkoba harus menjauhi teman-temannya yang pecandu narkoba. Bila tidak, teman-teman ini akan menggoda. Perubahan pun gagal. Pemerintah kita ingin memberantas korupsi. Sulit sekali. Kenapa? Karena para koruptor terus menggoda para pemberantas korupsi untuk ikut menikmati hasil korupsi itu. Maka, banyak pemberantas korupsi malah jadi koruptor.
5. Tak Ada Teman
Perubahan akan sangat terbantu bila ada teman. Berubah sendiri jelas sulit. Berubah berdua, tetap sulit tapi kesulitannya lebih kecil daripada berubah sendiri. Maka teman bisa menjadi sumber energi perubahan satu sama lain. Bisa saling mengingatkan, menguatkan dan membantu. Maka, pilih lah teman yang tepat. Teman yang bisa membantu kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Lebih penting dari itu, jadilah teman yang tepat untuk orang lain.
Mengatasi Penolakan Terhadap Perubahan
1. Memberi informasi, sosialisasi dan meyakinkan
2. Memberi Inspirasi
3. Mengarahkan
4. Pendekatan Individual
5. Negoaiasi
6. Memberikan dukungan
7. Memberi contoh dan hasil konkret
8. Melakukan pemaksaan
Pendekatan Perubahan Organisasi
Harold J. Leavitt menyatakan bahwa organisasi dapat diubah melalui pengubahan struktur, teknologi dan atau orang-orangnya.
1. Pendekatan Struktur
Pengubahan struktur organisasi menyangkut modifikasi dan pengaturan sistem internal, seperti acuan kerja, ukuran dan komposisi kelompok kerja, sistem komunikasi, hubungan-hubungan tanggung jawab atau wewenang. Pendekatan struktural dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari :
Pertama melalui aplikasi prinsip-prinsip perancangan organisai klasik. Pendekatan ini berusaha untuk memperbaiki penciptaan pembagian kerja yang tepat dari tanggung jawab jabatan para anggota organisasi, pengubahan rentang manajemen, deskripsi jabatan dan sebagainya.
Kedua desentralisasi. Hal ini didasarkan pada penciptaan satuan-satuan organisasi yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri dan memutuskan perhatian pada kegiatan yang berorientasi tinggi. Hasilnya perbaikan prestasi kerja. Ketiga modifikasi aliran kerja dalam organisasi. Pendekatan ini didasarkan pada pemikiran bahwa aliran kerja dan pengelompokan keahlian yang tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara langsung dan cenderung memperbaiki semangat dan kepuasan kerja.
2. Pendekatan Teknologi
Untuk mremperbaiki prestasi F.W. Taylor dan pengikutnya mencoba menganalisa dan memperbaiki interaksi-interaksi pada karyawan dan mesin-mesin untuk meningkatkan efisiensi sehubungan dengan perubahan teknologi adakalanya perubahan yang dilakukan ternyata sering tidak cocok dengan struktur organisasi. Hal ini dapat menciptakan ketidak senangan dan pemutusan hubungan diantara para anggota organisasi akibanya terjadi penurunan produktifitas lebih banyak kecelakaan dan tingkat perputaran karyawan yang tinggi.
3. Pendekatan Orang
Pendekatan orang bermaksud untuk mengubah secara langsung perilaku karyawan melalui pemusatan pada keterampilan sikap, prsepsi dan pengharapan mereka, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan efektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar