Sabtu, 27 September 2014

Who Is My Role Model?

Who is my role model? absolutely My Role Model is My Mom, ya Mainstream memang bilang bahwa Mama adalah orang yang menjadi panutan atau inspirasi dalam hidup kita. Tapi memanglah Mama yang paling berpengaruh dalam hidup saya dan kelak saya ingin menjadi seperti dia.

Mama Di Jepang

Let me introduce My Mom, Nama SusiYanti lahir di Tebing Tinggi, Sumatra Utara tanggal 10 Agustus 1965 sekarang umur mama 49tahun. Kalo sama temen2 sekolah mama dipanggil 'TanSus' bukan ketan susu ya, tapi Tante Susi, kalo sama tetangga mama dipanggil 'Inang' karena doi orang Medan.

Apa yang membuat saya ingin sekali seperti Beliau?
Jawabannya karna dia Ibu-Ibu TUPPERWARE yang tiap tahun ke luar negeri hehe.....
Gak juga sih bukan itu aja, dia wanita yang hebat punya anak 4 dan boleh di kata uang sekolah sampai kami kuliah pakai uang dia. Dia mulai masuk ke dunia Tupperware tahun 2000 saat itu saya masih TK, setiap pulang sekolah selalu sendiri karna ga ada pembantu, dan kakak2 yang lain masih disekolah. Pada saat saya TK sampai SMP saya selalu berkata ' kenapa nyokap gue gak kayak ibu-ibu pada umumnya ' yang ada di rumah, yang masak setiap hari yang datang kalo ada rapat di sekolah, ya pokoknya itu lah yang saya harapkan pada saat itu, tapi setelah SMA mungkin sudah beranjak Dewasa baru sadar apa yang dia lakukan selama ini benar2 untuk kebahagian anaknya bukan hanya dirinya seorang. Langkah mama untuk jadi Ibu-Ibu Tupperware memang sudah tepat, memang penghasilannya tidak menentu tiap bulan tapi ya namanya pedagang pasti pegang uang tiap hari, mama gak mungkin cuman jadiin gaji papa yang cuma pegawai BUMN yang selama 29 tahun gaji cuma 5jt belom pake potongan dan diakhir jabatannya pada tahun 2012 gajinya baru naik ke 11jt, ya tapi tetep aja gaji gede ga bisa biayain saya kuliah. Mama bener-bener berjuang dari Nol banget diTupperware mulai dari keliling RW jualannya dan mau di utangin, kadang pembeli banyak yang belom bayar sesuai temponya, ikut bazzar dimana mana buat dapet uang tambahan. Sampai akhirnya tahun 2008 sampai sekarang mama udah gak pernah keliling keliling ngutangin Tupperware, tapi semua customer mama dateng langsung kerumah, customer mama bukan cuma di Bekasi yang jauh2 juga banyak.
Dengan kerja kerasnya akhirnya pada tahun 2010 mama bisa nyicil mobil dan nambah mobil pada tahun 2013 kemaren. Ahhh gak kebanyang kalo cuma andelin gaji papa, boro2 mikirin bisa kuliah lulus SMA aja itu udah bagus. Sekarang beban mama ya saya dan kaka saya yang nomor 3 ( saya bontot pak) kita ber 2 masih kuliah dia semester akhir. Papa saya udah pensiun dan uang pesangonnya hanya abis buat dia berobat karna sakit.

Pokoknya saya punya ibu terhebat dalam hidup saya, yang tenaganya kayak robot, ngurus rumah, ngurus anak dan cari duit dan dia gak pernah bilang kalo nyari duit itu beban justru menjadi kesenangan dalam hidupnya. I'm really Proud dengan para 'MAMA' yang bisa bantu perekonomian keluarga.
Mama sama Temen2 seperjuangannya di Sydney, Mukanya Undercontrol semua. 


Mama, Risa, dan Rosa


Mama di HongKong

Berdasarkan cerita di atas kaitannya pada Teori Motivasi Maslow ( Teori Kebutuhan )

Teori Maslow Maslow dalam Reksohadiprojo dan Handoko (1996), membagi kebutuhan manusia sebagai berikut:
1. Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan fisiologis merupakan hirarki kebutuhan manusia yang paling dasar yang merupakan kebutuhan untuk dapat hidup seperti makan,minum, perumahan, oksigen, tidur dan sebagainya.
2. Kebutuhan Rasa Aman
Apabila kebutuhan fisiologis relatif sudah terpuaskan, maka muncul kebutuhan yang kedua yaitu kebutuhan akan rasa aman. Kebutuhan akan rasa aman ini meliputi keamanan akan perlindungan dari bahaya kecelakaan kerja, jaminan akan kelangsungan pekerjaannya dan jaminan akan hari tuanya pada saat mereka tidak lagi bekerja.
3. Kebutuhan Sosial
Jika kebutuhan fisiologis dan rasa aman telah terpuaskan secara minimal, maka akan muncul kebutuhan sosial, yaitu kebutuhan untuk persahabatan, afiliasi dana interaksi yang lebih erat dengan orang lain. Dalam organisasi akan berkaitan dengan kebutuhan akan adanya kelompok kerja yang kompak, supervisi yang baik, rekreasi bersama dan sebagainya.
4. Kebutuhan Penghargaan
Kebutuhan ini meliputi kebutuhan keinginan untuk dihormati, dihargai atas prestasi seseorang, pengakuan atas kemampuan dan keahlian seseorang serta efektifitas kerja seseorang.
5. Kebutuhan Aktualisasi diri
Aktualisasi diri merupakan hirarki kebutuhan dari Maslow yang paling tinggi. Aktualisasi diri berkaitan dengan proses pengembangan potensi yang sesungguhnya dari seseorang. Kebutuhan untuk menunjukkan kemampuan, keahlian dan potensi yang dimiliki seseorang. Malahan kebutuhan akan aktualisasi diri ada kecenderungan potensinya yang meningkat karena orang mengaktualisasikan perilakunya. Seseorang yang didominasi oleh kebutuhan akan aktualisasi diri senang akan tugas-tugas yang menantang kemampuan dan keahliannya.


 Teori Maslow mengasumsikan bahwa orang berkuasa memenuhi kebutuhan yang lebih pokok (fisiologis) sebelum mengarahkan perilaku memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi (perwujudan diri). Kebutuhan yang lebih rendah harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi seperti perwujudan diri mulai mengembalikan perilaku seseorang. Hal yang penting dalam pemikiran Maslow ini bahwa kebutuhan yang telah dipenuhi memberi motivasi. Apabila seseorang memutuskan bahwa ia menerima uang yang cukup untuk pekerjaan dari organisasi tempat ia bekerja, maka uang tidak mempunyai daya intensitasnya lagi. Jadi bila suatu kebutuhan mencapai puncaknya, kebutuhan itu akan berhenti menjadi motivasi utama dari perilaku. Kemudian kebutuhan kedua mendominasi, tetapi walaupun kebutuhan telah terpuaskan, kebutuhan itu masih mempengaruhi perilaku hanya intensitasnya yang lebih kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar