1. Waktu dapat dibagi menjadi shift pertama, shift kedua, dan shift ketiga.
2. Pelayanan (Service) yang mencerminkan kelas pertama, kelas kedua, dan kelas turis dalam suatu kapal pesiar.
3. Langganan dapat terdiri dari departemen penjualan industri, pedagang eceran, pemerintah, militer dan konsumen akhir.
4. Peralatan dapat diperinci, misal didalam kelompok produksi, menjadi Departemen pemotongan, perakitan dan pembungkusan.
5. Urutan angka (alpha-numerical) dapat digunakan dalam pelayanan telephone dimana nomor-nomor 0000-5000 ditempatkan dalam satu Departemen dan nomor-nomor 5001-9999 dalam Departemen lain.
4. Rentang Kendali adalah jumlah bawahan yang melapor kepada atasan. rentang ini merupakan satu faktor yang mempengaruhi bentuk dan tinggi suatu struktur organisasi.
Tiga Dimensi Struktur Organisasi
1.KOMPLEKSITAS
Kompleksitas adalah Kompleksitas merujuk padatingkatan diferensiasi yang ada di dalam sebuahorganisasi. , mempertimbangkan tingkat diferensiasiyang ada dalam organisasi termasuk di dalamnyatingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi sertatingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secarageografis.
3 BENTUK DIFERENSIASI :
Diferensiasi Horisontal, merujuk pada tingkatdiferensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi paraanggotanya, sifat dari tugas yang mereka laksanakandan tingkat pendidikan dan pelatihannya. Semakinbanyak jenis pekerjaan yang ada dalam organisasi yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang istimewa, semakin kompleks pula organisasi tersebut.
Diferensiasi Vertikal, merujuk pada kedalamanstruktur. Makin banyak tingkatan yang terdapatdiantara top management dan tingkat hirarki yang paling rendah, makin besar pula terjadinya distorsidalam komunikasi dan makin sulit mengkoordinasipengambilan keputusan dari pegawai manajerial, sertamakin sukar bagi top manajer untuk mengawasikegiatan bawahannya.
Diferensiasi Spasial, merujuk pada tingkat sejauhmana lokasi kantor, pabrik dan personalia sebuahorganisasi tersebar secara geografis. Diferensiasi dapatdilihat sebagai perluasan dari dimensi horizontal danvertical, artinya adalah mungkin untuk memisahkantugas dan pusat kekuasaan secara geografis. Pemisahanini mencakup penyebaran jumlah dan jarak.
2.FORMALISASI
Formalisasi yaitu sejauhmana organisasimenyandarkan dirinya pada peraturan dan proseduruntuk mengatur perilaku dari para pegawainya.Formalisasi merujuk pada tingkat sejauh manapekejaan dalam organisasi itu distandarisasikan. Jikasebuah pekerjaan sangat diformalisasikan makapemegang pekerjaan itu hanya mempunyai sedikitkebebasan mengenai apa yang harus dikerjakan, bilamana mengerjakannya dan bagaimana harusmelakukannya.Dengan demikian formalisasi adalahsuatu ukuran tentang standarisasi. Formalisasi akandiukur dengan menentukan apakah organisasi tersebutmempunyai manual mengenai kebijakan dan prosedur, menilai jumlah keistimewaan peraturannya, melihatkembali uraian pekerjaan untuk melihat tingkatkerumitan. Jika kita berbicara mengenai formalisasimaka kita merujuk pada peraturan tertulis organisasi.
3.SENTRALISASI VS DESENTRALISASI
Sentralisasi, merujuk kepada tingkat dimanapengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatutitik tunggal di dalam organisasi. Konsentrasi yang tinggi menyatakan adanya sentralisasi yang tinggi, sedangkan konsentrasi yang rendah menunjukkansentralisasi yang rendah atau yang disebutDesentralisasi. Dalam Sentralisasi harusmemperhatikan Sentralisasi hanya memperhatikanstruktur formal dan bukan dengan organisasi informal.
Hambatan sentralisasi :
Keuntungan desentralisasi :
● setiap manajer mempunyai keterbatasanterhadap jumlah informasi
● Dapat menanggapi perubahan dengancepat.
● Memberi masukan lebih rinci bagipengambil keputusan.
● Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan keputusan.
● Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkatrendah.
Keuntungan sentralisasi :
● Keputusan komprehensif yang akan diambil.
● Penghematan dan lebih efektif
Model desain organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Desain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan besaran satuan kerja.
1. Desain Organisasi Mekanistik.
2. Desain Organisasi Orgranik.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik, melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.
Desain struktur subunit di desain sesuai dengan kontinum mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yang lebih lambat, ketidakpastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik.
Desain teknik integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.
3.Organisasi birokratik
Organisasi birokratik memiliki banyak kemiripan dengan organisasi mekanik. Dimensi kompleksitas dan formalisasinya sama sama tinggi, namun pembedanya pada sentralsasi yang rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar